Saturday, December 17, 2011

Introduction








Dunia elektronika di kenal oleh saya sejak usia dini karena ayah saya sering membuat rangkaian-rangkaian sederhana dan juga merakit audio system dengan menggunakan lampu tabung hampa. Dari seringnya melihat sang ayah bereksperiment membuat saya penasaran dan akhirnya menyenangi nya dan bahkan menjadi hobi hingga sekarang ini.
Diawali dari membuat power supply sederhana dengan multi output yg waktu itu di pilih dengan menggunakan rotary switch..rasanya senang sekali dan dengan power supply ini lah akirnya banyak rangkaian-rangkaian yang saya buat seperti alrm, suara burung dan lain..

Dari rasa suka tersebut akhirnya mencoba membuat pemancar AM dua tingkat transistor yang saat itu (1983) banyak di dapat di toko-toko elektronik. Dengan menggunakan Kristal 3.85MHz.





 luar biasa senang nya bisa mendengarkan suara kita sendiri di radio…sampai akhirnya saya sering memutar lagu untuk di dengarkan oleh tetangga. Walaupun ada rasa takut saat itu kalau kita punya pemancar nanti di tangkap polisi.. hehehe

Lambat laun akhirnya meningkat membuat pemancar yang lebih kuat daya pancarnya. Skema nya saya dapatkan dari stand ORARI yang waktu itu sedang ada acara memperingati hari jadi kota kami. Disalah satu meja disediakan oleh panitia berupa photocopy skema pemancar transistor 4 tingkat rancangan YD1BED. Lumayan dengan pemancar ini saya bisa transmit paling jauh sampe Surabaya dari kota saya di Cirebon.  Selanjutnya membuat pemancar dari lampu tabung. Pemancar tabung pertama yang saya rakit  pertama menggunakan lampu tabung EL84 sebagai oscilator dan dengan final 6L6. Seperti dalam foto dibawah ini. Hamshack yang berantakan penuh dengan project-project pemancar...Selanjutnya baru di mulai dengan membuat pemancar yang lebih kuat lagi. Tapi sayang semua sudah tidak ada lagi karena saya berpindah-pindah kota karea pekerjaan.



Ikutan ujian ORARI tingkat siaga tahun 86(Tingkat siaga hanya di perbolehkan di 80m dengan menggunakan mode AM), tentu saja saya sangat senang sekali. Karena tidak ragu-ragu lagi dalam menggunakan frekuensi sesuai peraturan yang ada. Waktu itu saya adalah anggota kedua termuda di angkatan kami...ujian nya lumayan juga karena kita harus bisa menggambar skema transmitter kita plus CW dengan speed 6wpm dan ujian teori lainnya...saya lulus berkat bimbingan para senior saat itu..saya mendapat callsign YD1VDM.
Setelah silent sekian lama hingga tahun 2010 saya kembali ke hobi lama. Ikut ujian lagi dan mendapatkan callsign YD1CWK
Sekarang saya masih mencoba bereksperimen dengan rangkain-rangkaian sederhana untuk mengisi waktu dirumah di tengah-tengah kesibukan pekerjaan..



  

























No comments:

Post a Comment